Apa Itu Matte dan Glossy?
Matte dan glossy merupakan dua karakter tampilan permukaan yang dikenal luas dalam dunia percetakan. Keduanya menggambarkan bagaimana permukaan hasil cetak bereaksi terhadap cahaya, bukan menunjukkan jenis kertas tertentu.
Permukaan glossy memiliki efek mengilap dengan pantulan cahaya yang tinggi. Karakter ini membuat warna tampak cerah, kontras gambar terlihat kuat, serta detail visual menjadi jelas. Sementara itu, permukaan matte memiliki pantulan cahaya yang rendah sehingga tampilannya terlihat halus, tenang, dan nyaman dipandang dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Pemilihan matte maupun glossy memengaruhi tampilan visual, kenyamanan membaca, ketahanan permukaan, hingga citra yang ingin ditampilkan melalui sebuah produk cetak. Brosur, katalog, company profile, kartu nama, poster, kemasan, sampul buku, hingga berbagai media promosi dapat menggunakan salah satu karakter tersebut sesuai tujuan penggunaannya.
Dalam praktik percetakan, penentuan matte maupun glossy biasanya dilakukan sejak tahap perencanaan produksi. Pertimbangan tersebut mencakup jenis material, teknik cetak, proses finishing, isi desain, lokasi penggunaan produk, hingga target audiens yang dituju.
Pengukuran Glossiness

Glossiness merupakan tingkat kemampuan suatu permukaan memantulkan cahaya secara terarah. Nilai glossiness diukur menggunakan Gloss Meter dengan satuan Gloss Unit (GU). Semakin tinggi nilai GU, semakin mengilap permukaan hasil cetak.
Pengukuran umumnya dilakukan pada sudut 60° karena sesuai untuk sebagian besar permukaan hasil cetak. Material dengan tingkat kilap sangat tinggi menggunakan sudut 20°, sedangkan permukaan dengan kilap rendah menggunakan sudut 85°. Metode pengukuran ini mengacu pada standar internasional ISO 2813 dan ASTM D523.
Berikut kisaran nilai glossiness yang umum digunakan:
| Tingkat Glossiness | Nilai (GU) | Karakter Permukaan |
| Matte | 5–20 | Pantulan cahaya sangat rendah |
| Satin / Semi Matte | 20–40 | Kilap ringan |
| Semi Gloss | 40–70 | Kilap sedang |
| Glossy | 70–95 | Pantulan cahaya tinggi |
| High Gloss / Ultra Gloss | 95–100 | Pantulan cahaya sangat tinggi |
Nilai glossiness dipengaruhi oleh jenis material, formulasi tinta, teknik cetak, proses laminasi maupun coating, serta kondisi permukaan hasil cetak. Karena itu, hasil pengukuran dapat berbeda meskipun menggunakan jenis finishing yang sama. Rentang nilai di atas merupakan acuan umum yang digunakan pada proses pengujian glossiness.
Matte dan Glossy Bukan Jenis Kertas
Matte dan glossy masih sering dianggap sebagai jenis kertas. Padahal, kedua istilah tersebut mengacu pada hasil akhir permukaan (surface finish), bukan nama material kertas.
Art Paper, Art Carton, Ivory, maupun beberapa jenis kertas lainnya tetap merupakan material dasar. Setelah dicetak, material tersebut dapat diberi finishing matte atau glossy sesuai dengan konsep desain dan fungsi produk.
Hal yang sama berlaku pada kertas uncoated. Permukaannya memang tidak mengilap, tetapi kondisi tersebut berasal dari karakter asli material, bukan karena telah menggunakan finishing matte. Dengan kata lain, tampilan matte tidak selalu berasal dari kertas uncoated, dan tampilan glossy tidak selalu melekat pada setiap kertas coated.
Memahami perbedaan ini akan membantu proses pemilihan material sejak awal sehingga hasil cetak sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Faktor yang Memengaruhi Tampilan Matte dan Glossy
Tampilan akhir sebuah produk cetak tidak hanya ditentukan oleh finishing. Berbagai faktor selama proses produksi ikut memengaruhi karakter visual yang dihasilkan.
1. Jenis Material Kertas
Setiap jenis kertas mempunyai struktur permukaan yang berbeda. Struktur tersebut memengaruhi penyerapan tinta, tingkat ketajaman warna, hasil finishing, hingga karakter visual setelah proses cetak selesai.
Art Paper dan Art Carton mempunyai permukaan yang halus sehingga mampu menampilkan hasil finishing dengan baik. HVS, Book Paper, Linen, Conqueror, maupun berbagai jenis uncoated tetap mempertahankan tekstur serat alami sehingga tampilannya berbeda meskipun menggunakan desain yang sama.
Material menjadi fondasi utama dalam menentukan kualitas hasil cetak.
2. Proses Finishing
Finishing merupakan tahap yang membentuk karakter permukaan hasil cetak.
Laminasi glossy menghasilkan permukaan mengilap yang memantulkan cahaya. Laminasi matte menghasilkan permukaan halus dengan pantulan cahaya yang rendah.
Selain laminasi, terdapat pula varnish, UV coating, spot UV, aqueous coating, soft touch laminate, hingga anti scratch laminate. Setiap teknik menghasilkan karakter visual maupun perlindungan permukaan yang berbeda.
Pemilihan finishing biasanya disesuaikan dengan fungsi produk, lingkungan penggunaan, serta konsep desain.
3. Komposisi Desain
Desain menjadi faktor penting dalam menentukan karakter finishing.
Visual yang didominasi foto, ilustrasi, produk makanan, kosmetik, otomotif, maupun fashion sering menggunakan glossy karena warna terlihat hidup dan kontras gambar tampak jelas.
Desain yang didominasi teks, infografik, laporan perusahaan, identitas merek, maupun dokumen bisnis banyak menggunakan matte karena tampilannya nyaman dipandang dan mudah dibaca.
4. Kondisi Pencahayaan
Produk cetak digunakan dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Poster promosi di pusat perbelanjaan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan company profile yang dibaca di ruang rapat. Begitu pula kemasan produk yang dipajang pada rak penjualan akan menerima pencahayaan yang berbeda dibandingkan buku yang dibaca di rumah.
Karakter pantulan cahaya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan finishing.
5. Teknik Cetak
Jenis mesin cetak, formulasi tinta, kepadatan warna, suhu pengeringan, hingga proses finishing menghasilkan tampilan yang berbeda pada material yang sama.
Karena alasan tersebut, percetakan profesional biasanya menentukan spesifikasi material, metode cetak, serta finishing secara bersamaan sejak tahap awal produksi.
Perbedaan Finishing Matte dan Glossy
A. Finishing Glossy
Finishing glossy memiliki permukaan yang mengilap dan mampu memantulkan cahaya. Karakter ini membuat warna terlihat lebih cerah, kontras gambar tampak jelas, serta detail visual menjadi lebih menonjol. Karena itu, glossy sering digunakan untuk produk cetak yang mengandalkan kekuatan visual.
Permukaan glossy mampu membantu foto, ilustrasi, dan gambar produk terlihat menarik sehingga sering digunakan untuk kebutuhan promosi yang bertujuan menarik perhatian dalam waktu singkat.
Cocok digunakan untuk:
- Brosur promosi
- Katalog produk
- Poster
- Majalah
- Kemasan produk
- Foto dan art print
Keunggulan Glossy
- Warna terlihat lebih cerah dan tajam.
- Detail gambar tampak jelas.
- Cocok untuk desain yang didominasi oleh foto dan ilustrasi.
- Memberikan tampilan yang menarik pada materi promosi.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Permukaan yang mengilap dapat menimbulkan pantulan cahaya pada kondisi tertentu. Selain itu, bekas sidik jari juga cenderung lebih mudah terlihat dibandingkan dengan permukaan matte.
B. Finishing Matte
Finishing matte memiliki permukaan yang halus dengan tingkat pantulan cahaya yang rendah. Karakter ini membuat hasil cetak terlihat lebih tenang dan nyaman dipandang. Finishing matte juga sering dipilih untuk produk yang mengutamakan kenyamanan membaca karena teks tetap terlihat jelas pada berbagai kondisi pencahayaan.
Selain itu, matte mampu memberikan tampilan yang rapi dan profesional sehingga banyak digunakan pada kebutuhan korporat maupun produk premium yang mengutamakan kesan elegan.
Cocok digunakan untuk:
- Company profile
- Annual report
- Kartu nama
- Undangan
- Cover buku
- Kemasan premium
Keunggulan Matte
- Nyaman dibaca karena tidak menimbulkan pantulan cahaya yang mengganggu.
- Tampilan terlihat rapi dan profesional.
- Bekas sidik jari tidak mudah terlihat.
- Permukaan dapat ditulis menggunakan pena pada beberapa jenis material.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Warna pada permukaan matte cenderung terlihat lebih natural dibandingkan dengan glossy. Oleh karena itu, material ini sering dipilih untuk kebutuhan cetak yang mengutamakan keterbacaan serta tampilan yang elegan.
Perbandingan Matte dan Glossy
| Aspek | Matte | Glossy |
| Pantulan Cahaya | Rendah | Tinggi |
Kenyamanan Membaca | Sangat baik | Baik |
Tampilan Warna | Natural dan tidak mengilap | Cerah dan kontras |
Tampilan Warna | Natural dan tidak mengilap | Cerah dan kontras |
Bekas Sidik Jari | Tidak mudah terlihat | Cukup mudah terlihat |
Cocok untuk Teks | Sangat cocok | Cocok |
Cocok untuk Foto | Baik | Sangat baik |
Tips Memilih Matte atau Glossy
Pemilihan jenis permukaan kertas sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk cetak.
Glossy cocok digunakan untuk desain yang mengutamakan kekuatan visual seperti foto produk, katalog penjualan, poster promosi, maupun materi pemasaran yang membutuhkan tampilan warna yang cerah.
Matte cocok digunakan untuk dokumen perusahaan, laporan tahunan, company profile, undangan, kartu nama, dan berbagai produk yang mengutamakan kenyamanan membaca serta tampilan yang profesional.
Pada beberapa kebutuhan, kombinasi keduanya juga sering digunakan. Sebagai contoh, cover menggunakan permukaan glossy untuk menarik perhatian, sedangkan halaman isi menggunakan matte agar nyaman dibaca dalam waktu yang lama.
Butuh Rekomendasi Matte atau glossy?
PT. Bintang Sempurna menyediakan berbagai pilihan material dan finishing untuk membantu menghasilkan produk cetak yang sesuai dengan kebutuhan. Tim kami siap memberikan rekomendasi jenis kertas, gramatur, serta karakter permukaan yang tepat berdasarkan fungsi dan tujuan penggunaan produk.
Hubungi Customer Service di 0812-8875-0000 untuk mendapatkan konsultasi kebutuhan cetak Anda.
















































































